“Dalam fitrahnya hati ada
kerinduan, kerinduan untuk kembali. Kembali ke sebuah kampung halaman, kampung
halaman dimana Adam Alaihi Sallam dilahirkan”
Selamat datang!
Selamat datang di Altar Rehab Hati.
Biarkan buku ini mengenalimu,
menyapa dan menyentuhmu.
TENTANG CINTA
Tidak usah terburu berkata cinta,
mungkin itu dusta saja..
Saat cinta itu mulai menyapa,
berkata-kata dan saling berbisik rahasia, melukis jutaan bait membaur bersama
debaran dan dugaan.. meresap, menyelinap dan menggetarkan dinding-dinding hati,
disana keindahan itu hadir mewarnai, biarkanlah tetap begitu. Indah dalam
diam..
Karena jika dua deru gemuruh itu
dipertemukan ditepian pantai hatimu, dua dinding itu nanti bergetar hebat dan Istana
hatimu tidak lagi diam. Istana yang dulu kokoh, dinding keikhlasan yang dulu
terjaga sebentar lagi akan runtuh dilembah cinta yang tak halal.
“Airmata adalah bahasa kejujuran.
Cerminan hati yang lembut, yang mencintai keindahan. Biarkan ia menetas hingga
resah itu hilang, jika resah itu masih bersemayam, maka biarkanlah ia mengadu
kepada peraduan terindahnya. Allah. Allah-lah tempat mengadu”.
“Ketahuilah, cinta sejati adalah
cinta yang senantiasa bersahutan, berderu-deru dalam gemuruh ombak, beriak
digelisah lautan, diam dalam ketenangan ikan-ikan, indah dalam kesedihan,
nikmat dalam kekecewaan dan tidak mati dengan kematian. Cinta yang akan tetap
indah, meski terbagi miliyaran angka tak terbatas semesta. Itulah
Mahabbatullah, Maka arahkan cintamu untuk meraih Cinta-Nya. Agar Tuhanmu Ridha
kepadamu.."
TENTANG CEMBURU
Ketahuilah Rabb-mu pun Cemburu.
Aduhai...
Hati manakah yang tak pernah
dihinggapi rasa cemburu!?
Adanya laksana sebuah gejolak
bergemuruh yang mampu mengubah cinta menjadi murka. Lihatlah saat kekasihmu
cemburu, bukankah engkau tidak lagi mengenalnya sebagai kekasih yang
mengagumimu?
Ingatkah kisah membahana yang
menuturkan Aisyah ra yang tak mampu membendung gelombang cemburu yang
dipancarkan hatinya. Dengarkanlah rintihannya. Saat itu, ia turun dari unta dan
menyandarkan tubuhnya di pohon dan menjulurkan kakinya ke rerumputan. Ia
dihinggapi cemburu lagi, di perjalanan menuju madinah ia melihat Rasulullah,
kekasihnya, berbincang dengan Hafshah ra, istrinya yang lain.
"Ya Tuhanku! semoga ada
kalajengking atau ular yang menggigitku sedang aku tidak dapat mengatakan
sesuatu apapun kepada rasul-Mu..."
Betapa hebatnya cemburu itu!
Ia hinggap dan menyengat hati-hati
yang lembut, yang penuh cinta dan tak ingin kehilangan. Ia membakar hati yang
diliputi kekhawatiran. Tentu saja, api cemburu itu hanya akan hadir saat disana
ada asap-asap cinta.
Saudaraku, menurutmu siapakah teman
sejati yang paling mencintaimu? Yang tidak pernah meninggalkanmu sedetikpun,
bahkan ketika engkau membuatnya marah dan murka, siapakah yang senantiasa
menatapmu dengan Rahmat dan ke Maha Sabaran-Nya, diam tak terhitung abad
menyaksikan kemungkaran dan kekafiran?
"Sesungguhnya Allah itu
cemburu dan orang yang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah, yaitu jika
orang mukmin melakukan apa yang diharamkan" [HR Bukhari no. 5222, Muslim
no. 2755]
TENTANG KEBAHAGIAAN
Kebahagiaan Itu dihatimu, di hati
yang bersyukur.
Sering kita tergesa mengayun
langkah, berlari mengejar kebahagiaan. Tak sadar, bahwasannya kita berlari
kearah yang berlawanan dengan kebahagiaan itu sendiri. Hingga semakin kuat kita
berlari, semakin jauh kita menjauh dan terus menjauh lagi, hingga jiwa itu
letih dan tertatih lalu lupa jalan untuk kembali.
Kebahagiaan itu sederhana.
Sederhana, seperti itulah
kebahagiaan.
Kebahagiaan Itu dihatimu, di hati
yang bersyukur.
Serba keterbatasan sama sekali
tidak menjadi alasan yang tepat untuk berhenti bersyukur. Justeru kegagalanmu –
atau ketidakmampuanmu – dalam mensyukuri adalah titik yang melemahkan
pencapaianmu ke-level bahagia berikutnya.
"Ketahuilah bahwa roda-roda
itu terus berputar, mengikuti setiap jalanan yang engkau pilih. Namun ada yang
mendorong roda itu dengan segala kesungguhan dan keyakinan, anthusiasme dan
pengharapan yang konstan – hingga ia berjalan dan berubah – dan ada pula yang
mendorong roda itu dengan malas disertai ketidak yakinan akan perputarannya.
Hingga roda itu terus menindihnya di bawah".
TENTANG KESABARAN
“Sabar itu tak ada batasnya!”
Jika saja sabar itu mudah, tentu
semua orang pun bisa melakukannya.
Jika engkau masih berkata ‘sabar
itu ada batasnya’, cukuplah itu pertanda yang jujur bahwasannya engkau memang
belum mampu untuk bersabar.
TENTANG SINERGI, IMAN DAN
KEBAHAGIAAN
"Iman laksana pohon di taman
hati, naungannya memberi kesejukan, dari batangnya tunas-tunas harapan terus
terlahir, ia berbunga kebahagiaan yang bermekaran, keharumannya bertaburan
menaburi setiap jalanan yang engkau lalui. Seiring keistiqamahan yang terjaga
dari bunga itu lahir buah yang bernama Ikhlas”.
TENTANG KEHIDUPAN
Untuk apa raga itu hidup, jika hati
telah mati?
Buku ini adalah seni menghidupkan
hati, sekelompok Analogi dan sentuhan. Lalu tamparan, agar hati kita Bangun dan
melangkah tegap dan merasa hidup Istimewa.
“Yap, Saat seorang bayi manusia
terlahir ke dunia, hal pertama yang ia pelajari adalah bagaimana cara untuk
menangis. Selepas itu, sisa dikeseluruhan hidupnya akan ia gunakan untuk
belajar bagaimana agar ia mampu tersenyum saat kehidupan memaksanya untuk menangis.
Bagi seorang Muslim, hidup tak sekedar itu. Ia harus belajar, bagaimana caranya
agar kehidupan yang singkat ini tidak hanya diisi dengan tawa-tawa sesaat yang
kemudian ia tukar dengan tangisan abadi di Akhirat”.
Demi Allah, kukatakan dengan lantang!
Seorang beriman yang jujur dengan
keimanannya, layak dan ber-haq untuk bahagia.
Bahagia dalam islamnya itu sendiri,
karena semua kebahagiaan diluar itu adalah semu dan menipu. Jika saja tolak
ukur kebahagiaan itu sekedar tawa-tawa, maka orang kafirpun mampu menggapainya.
Kebahagiaan itu bukan rahasia.
Pintu-pintu ketenangan itu
senantiasa terbuka bagi siapa saja yang terbangun dipagi hari atau malamnya,
sejenak meluangkan waktu untuk berfikir dan bersyukur tentang berbagai
kesempatan yang Allah hadiahkan dalam satu paket "kehidupan" ini,
kehidupan sesaat untuk masa yang Abadi.
Saudaraku merebahlah..
Urusan dunia ini tidak harus kita
selesaikan semuanya disini.
Karena kebahagiaan sebenarnya itu
bukan disini, tapi disana.
Disebuah hari yang kekal tiada
akhir, di mana semua jiwa-jiwa yang beriman diistirahatkan dari lelahnya
kehidupan. Di mana para pejuang berhenti dari kelelahannya, pengikut yang setia
berbahagia di telaganya, mereguk kenikmatan yang memusnahkan rasa haus untuk
selama-lamanya.
TENTANG KEMATIAN!
Peluru Kematian, Jembatan Kematian
& Management Kematian.
Saudaraku bertanya, seolah ingin
menyelami hatiku.
“Menurut akang, untuk apa sih hidup
ini? Hidup untuk hidup, hidup untuk mati, atau hidup untuk kehidupan?”.
Aku menatapnya hormat, lalu kucoba
berlayar dimatanya dan berkata.
“Saudaraku, hidup adalah hidup
untuk kehidupan yang maha hidup, hidup ini adalah kehidupan untuk Yang Maha
Hidup”
Sesaat kemudian malam kembali
hening, dan aku merasa bersalah telah membuatnya merasa bersalah.
TENTANGMU
Tidakkah engkau curiga bahwa
musibah itu hanyalah sapaan halus agar engkau lebih dekat dan mengingat
Tuhanmu?
Bukan ujian namanya, jika kita
telah mengetahui jawabannya. Ujian itu terus mengujimu agar engkau menjadi
pribadi Teruji. Jika bukan dengan gesekan-gesekan memilukan itu lalu dengan
apakah lagi pisau mata hatimu akan tajam dan peka untuk melihat dengan keindahan
semesta Raya ini?
Di ujung telpon, suaranya parau
bergeletar seakan pagi tidak akan datang lagi padanya.
“Akhi, kapankah ini berakhir. Empat
belas tahun, adalah masa yang tidak sebentar. Sungguh aku tidak melihat
tanda-tanda ini akan berakhir. Kapankah ini berakhir.. kapankah?”
“Saudariku, kenapa engkau menanti
akhir. Bukankah akhir dari kehidupan ini hanyalah kematian?”.
Di ujung sana.
Suara itu, kembali terdengar
semakin pilu.
“Karena engkau tidak tahu beratnya
beban, pedih dan pilu yang kurasakan”
Aku, menyimak, memasuki sukma dan
berusaha mengambil hatinya. Sambil meneguhkan hati, agar tidak runtuh bersama
dinding rapuh. “Saudariku, percayalah. Tidak ada yang melebihi pedihnya
kematian. Sepedih apapun luka di dunia ini, dan kematian itu bukanlah akhir.
Kematian hanyalah awal, ia adalah pintu yang akan membukakan lembaran baru yang
Abadi. Silahkan engkau pilih di dunia ini, kebahagiaan abadai atau tangisan
yang abadi!”
Bukankah selama 14 Tahun itu Allah
selalu membangunkanmu di setiap pagi, lebih tepatnya membangunkanmu kembali,
mempersilahkan ruh itu menyatu kembali dengan jasadmu setelah semalaman
terpisah entah kemana, lalu engkau terbangun. Tidakkah engkau merasa istimewa
bahwa itu adalah sebuah “kepercayaan” dan “kesempatan” teramat mahal dari-Nya?
Untukmu, untuk semua yang masih
dipercaya untuk Hidup.
"...Tidak ada sesuatu musibah
pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah..” (QS 64: 11) Ingatlah
sebuah pesan sang Rasul, bahwasannya ”Tidak ada duka dan kepedihan, bahkan gelisahnya
hati orang mukmin.. Tidak ada luka sekecil apapun, bahkan jari yang tertusuk
duri maka disana ada Ampunan dosa”
Sedahsyat apapun, badai kegelisahan
yang datang pasti ia akan kembali; kembali kelautan.
Ketahuilah, bahwa gelombang ujian
akan selalu datang. Berhentilah untuk menyalahkan siapapun, apalagi
berprasangka kepada Rabb Yang Maha Mulia. Jangan menghabiskan energi untuk
menghindar atau melawannya, sikapi dengan tenang dan cerdaslah! Bangkit dan
berselancarlah bersama deru-derunya, dan temukan keindahannya...
"Ingat, pilihan Allah tidak
akan pernah merugikanmu, tidak akan pernah. Maka bangkitlah! Buktikanlah!.”
TENTANGKU
2 Negeri, 2 Masa dan 4 Kota.
Debu-debu Iman di kota Riyadh,
Madinah Menyapa, Getaran dari Al Haram, Senja di Tepian Laut Merah.
TENTANG KITA
Islam Dipersimpang Jalan.
Menyikapi “Kebingungan Berjamaah”
tentang Manhaj yang bertebaran di Musim Akhir Jaman.
Dipersimpang Jalan menuju
keabadian.
TENTANG PENDEWASAAN
“Ingatlah di Akhirat sana tidak ada
Anak-anak, dan kedewasaan itu adalah sebuah Pilihan”
TENTANG KEGAGALAN
Menangkap sinyal rahasia,
mengalirkan energi bergejolak dalam kekecewaan mendalam untuk terbang ke
langit.
TENTANG ABSTRAKSI SUKSES
Kesuksesan itu adalah ridha
Tuhanmu,
“Lihatlah ketika kekasihmu ridha
kepadamu. Bukankah ia akan memberimu apa saja yang engkau butuhkan. Bahkan ia
setia memahami setiap lintasan ingin diwajahmu?”
TENTANG PERUBAHAN!
Dinding yang Bergetar.
Install Ulang Hati, Rekontruksi
Diri Menata Hati.
Berselancar Digelombang Ujian!
Merebah Dilembah Mahabbah!
Bersahabat dengan Takdir-Nya!
Agar kilaunya abadi.
Saudaraku, Hidangan Qalbu ini
sengaja ku tulis dari hatiku.
Dan, buku ini untukmu wahai
Adik-adikku. Maka genggamlah erat-erat.
Merebahlah, Menangislah dan
Jadikanlah airmata itu SAKSI SEBUAH PERUBAHAN!
SALAM BAHAGIA
NAI

